Saran untuk diikuti

Trending

#official 2 Artikel
#konservatif 1 Artikel
#platform 1 Artikel
#ResidentEvil 1 Artikel
#moderat 1 Artikel
#cerita 1 Artikel
#Blog 1 Artikel
#Barang 1 Artikel
#seo 1 Artikel
#tokoonline 1 Artikel
Hot Ketika B.J Habibie Memimpin Indonesia

Ketika B.J Habibie Memimpin Indonesia

Bacharuddin Jusuf Habibie, adalah orang nomor 1 di Indonesia setelah kejatuhan orde baru. Kemarin aku sudah ngebahas Soeharto, dan kini aku

Perspektif Administrasi Publik

admpublik
admpublik @admpublik | Feb 10, 2021

 

Pengertian dari OPA, NPM, dan NPS

OPA (Old Public Administration)

Old Public Administration (OPA) pertama kali dikemukakan oleh seorang presiden Amerika Serikat dan juga merupakan guru besar Ilmu Politik, Woodrow Wilson. Beliau menyatakan bidang administrasi itu sama dengan bidang bisnis. Maka dari itu muncullah konsep ini, konsep Old Public Administration ini memiliki tujuan melaksanakan kebijakan dan memberikan pelayanan, dimana dalam pelaksanaannya ini dilakukan dengan netral, profesional, dan lurus mengarah kepada tujuan yang telah ditetapkan. Ada dua kunci dalam memahami OPA ini, pertama, adanya perbedaan yang jelas antara politik dengan administrasi. Kedua, perhatian untuk membuat struktur dan strategi pengelolaannya hak organisasi publik diberikan kepada manajernya (pemimpin), agar tugas-tugas dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Ada dua inti dari paradigma OPA tersebut yaitu, adanya perbedaan yang jelas antara politik dengan administrasi (dikotomi politik) agar para legislator hanya merumuskan kebijakan dan para administrator hanya mengeksekusi atau mengimplementasikan kebijakan. Dan adanya perhatian untuk membuat struktur dan strategi pengelolaannya hak organisasi publik diberikan kepada manajernya (pemimpin), agar tugas-tugas dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

NPM (New Public Management)

New Public Management (NPM) adalah paradigma yang muncul ketika melihat bahwa paradigma terdahulu yaitu administrasi klasik kurang efektif dalam memecahkan masalah dan memberikan pelayanan publik, termasuk membangun masyarakat. NPM secara umum dipandang sebagai suatu pendekatan dalam administrasi publik yang menerapakan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam dunia manajemen bisnis dan disiplin yang lain untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja pelayanan publik pada birokrasi modern.

Inti materi dari Paradigma atau perspektif NPM yaitu, berorientasi pada pemangkasan/penghematan biaya, mengutamakan mekanisme pasar, manajemen kinerja dan juga peningkatan kualitas pelayanan dan memperbaiki efisiensi, efektivitas, dan kinerja pelayanan publik pada birokrasi modern.

NPS (New Public Service)

New Public Service (NPS) adalah salah satu cara pandang baru dalam administrasi negara yang mencoba menutupi (cover) kelemahan-kelemahan paradigma OPA dan NPM. NPS adalah paradigma. Teori NPS memandang bahwa birokrasi adalah alat rakyat dan harus tunduk kepada apapun suara rakyat, sepanjang suara itu rasional dan legimate secara normatif dan konstitusional.

Paradigma ini mengutamakan mekanisme dan proses dimana para warga masyarakat dan kelompok dapat mengartikulasikan kepentingannya, memediasi berbagai perbedaan-perbedaannya, dan menjalankan hak dan kewajibannya. Pemerintah diharapkan dapat memainkan perannya dalam menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif, sementara sektor swasta memainkan perannya dalam menciptakan lapangan pekerjaan, dan pendapatan, sedangkan masyarakat menyelenggarakan interaksi sosial dan politik secara sehat.

Strength & weakness OPA, NPM dan NPS 

OPA (Old Public Administration)

a. Strength : Kelebihan dari paradigma ini adalah adanya pemisahan antara politik dengan administrasi atau legislator dengan administrator sehingga adanya pembagian tugas antara legislator yang hanya bertugas sebagai merumuskan kebijakan dan tugas administrator yang hanya bertugas mengeksekusi kebijakan yang telah dirumuskan tersebut sehingga tugas-tugas tersebut menjadi efektif dan efisien.

b. Weakness : Kekurangan dari paradigma ini adalah kurang efektif dalam memecahkan masalah dan memberikan pelayanan publik, termasuk membangun masyarakat.

NPM (New Public Management)

a. Strength : Mengutamakan nilai efisiensi dalam pengukuran kinerja, mengutamakan penyederhanaan struktur, memperkaya fungsi dan mendelegasikan otoritas kepada unit-unit yang lebih kecil agar dapat berfungsi secara cepat dan tepat, dan menekankan pada kualitas, misi, dan nilai-nilai yang hendak dicapai organisasi publik.

b. Weakness : Terdapat salah satu konsep yang masih terkesan untuk dirinya sendiri dan tidak mengutamakan pada pelayanan publik.

NPS (New Public Service)

a. Strength : Lebih mengutamakan pelayanan untuk warga, mengutamakan kepentingan publik, berfikir strategis dan demokratis, lebih menghargai suatu individu dibanding produktivitas semata.

b. Weakness : Masih abstraknya prinsip-prinsip, belum tentu bisa atau tidaknya prinsip-prinsip New Public Service pada semua tempat, kondisi, dan situasi, serta sebagai konsep yang salah dalam memandang masyarakat yang di layani.

Penerapan dalam praktek dari Perspektif OPA, NPM, dan NPS 

OPA (Old Public Administration)

Penerapan praktek paradigma ini adalah kita bisa melihat dari sistem pemerintahan di Indonesia yang berisikan trias politika yaitu, eksekutif, legislatif dan yudikatif. Di dalam paradigma ini sudah di pisahkan antara politik dengan administrasi, jadi legislator (MPR) merumuskan suatu kebijakan publik dan di eksekusi oleh administrator atau suatu individu yang berada di bidang eksekutif (Presiden), sehingga legislator dan administrator dapat melakukan tugasnya masing-masing sehingga tugas kebijakan publik tersebut menjadi efektif dan efisien.

NPM (New Public Management)

Termasuk kedalam kultur local, seperti halnya pada NPM (Reinventing Local Government) yang benar-benar murni diterapkan di Indonesia yaitu pada pemerintahan Gorontalo yang meyakini bahwa secara garis besar dibutuhkan inovasi yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah, dengan kata lain “Reinventing Local Government = Inovasi oleh pemerintahan daerah”. Inovasi yang dilakukan dari segi banyak hal, namun inovasi yang mencolok di Gorontalo adalah Faktor Endowment daerah, dan Lingkungan makro yang juga dijadikan pedoman dan keyakinan masyarakat secara umum dalam penigkatan kualitas pengembangan daerah itu sendiri dengan tak lepas dukungan dari pemerintahan daerah secara penuh. Melalui bidang pertanian, khususnya komoditas jagung dan melalaui bidang kelautan yaitu perikanan. Dengan berfokus pada dua hal tersebut menjadikan daerah lebih konsen terhadap pengembangan kualitas.

NPS (New Public Service)

Penerapan Citizen Charter yang ada di Yogyakarta merupakan salah satu bentuk penerapan NPS dengan kultur local yang ada pada Indonesia, dimana pelayan public mengadakan kontrak kesepakatan kepada masyarakat penerima layanan dalam konteks peningkatan kualitas pelayanan. Sebagai contoh dalam pengrusan KTP yang dijanjikan 3 hari, namun jika tidak selseai dalam 3 hari, petugas pelayan berhak mengantarkan ktp tersebut langsung kerumah penerima pelayanan.

#perspektifadministrasipublik#administrasipublik #ilmuadministrasipublik

Sumber: https://www.ilmuadmpublik.com/2018/12/perspektif-administrasi-publik.html

 

Artikel Pilihan

Hot Kebijakan Monetisasi dan Konten

Kebijakan Monetisasi dan Konten

Ini adalah kebijakan tentang monetisasi dan konten di Mixnot, dokumen ini merupakan bagian dokumen syarat dan ketentuan.Berikut poin-poin ke