Jack Churchill

Jack Churchill

Dalam zaman yang sudah berkembang pesat dan berbagai macam teknologi yang sudah ada terutama di bidang militer. Sebagian besar prajurit akan bertempur dengan segala jenis senjata modern dan alat berat, selama Perang Dunia Kedua. Namun, Jack Churchill justru memilih metode lebih tradisional untuk memerangi musuh, dengan menggunakan busur dan pedang. Sisi lebih menariknya, kendati peralatan yang dipilih memang tak lazim, ia berhasil menangkap lebih dari 40 orang Jerman dalam satu serangan tunggal.



Nama lengkapnya ialah John Malcolm Thorpe Fleming Churchill, lebih akrab dipanggil "Jack Churchill" atau dengan julukan "Mad Jack", dan Lahir di Kolombo, Sri Lanka, pada 16 September 1906. Sebelum diperbolehkan berperang, ia berhasil mendapatkan beberapa trofi untuk keterampilannya. Ia juga pernah menjadi perwakilan Inggris dalam World Archery Championship di Oslo.



Setelah lulus dari Akademi Militer Kerajaan Sandhurst pada usia 20 (tahun 1926), Jack baru mendapatkan kesempatan pertama untuk berperang pada tahun 1939. Sebutan "Mad Jack" pun mulai dia dapatkan di medan awal militernya, karena nekat bersenjatakan busur besar dan pedang lebar Skotlandia tatkala beraksi.



Kabarnya, saat berada di sebuah desa kecil di Prancis pada tahun 1940 (misi Evakuasi Dunkirk), Jack berhasil menembak seorang Jerman dengan busurnya. Peristiwa ini begitu terkenal dan dianggap sebagai kematian terakhir dalam perang oleh anak panah. Akan tetapi, sungguh Jack mengaku sangat ingin melakukan aksi heroik semacam itu, kabar tersebut disangkal olehnya pada kemudian hari.



Jack kemudian bergabung dengan kampanye Sekutu di Italia pada tahun 1943. Kali ini, ia berhasil membuktikan bahwa peralatan tradisional yang gemar ia bawa bukanlah sekadar cendera mata. Dikatakan bahwa pada suatu malam, ia menyelinap keluar dengan seorang kopral, pergi dari satu pos Jerman ke pos berikutnya, dan menangkap para penjaga dengan acungan pedang claybeg. Mad Jack berhasil menangkap lebih dari 40 orang Jerman dalam satu serangan tunggal ini.



Petualangan Jack si Gila tak pernah berhenti, selanjutnya dia bahkan bertugas di Palestina pada tahun 1948.

1959 adalah tahun ketika Jack pensiun dan juga menerima dua penghargaan untuk keberaniannya.



Dia adalah seorang pahlawan eksentrik yang membawa busur dan pedang lebar dengan taktik gila yang seringkali dimenangkannya.

Keberaniannya patut dipuji, bagi sebagian orang. Tetapi, bagi yang lain, gagasan untuk menggunakan alat primitif seperti itu terlalu berisiko untuk bertarung dalam medan perang modern. Bagaimanapun anehnya, begitulah Jack. Perjalanan karier militernya senantiasa menarik, sebagaimana polanya. Ia pun mendapatkan penghargaan Distinguished Service Order atas aksi penangkapan 40 orang Jerman itu.

#Sejarah

Komentar (0)

Top Blogger

Artikel Pilihan

Hot Baru: Mixpod, Mixnot Podcast. Buat Podcast di Mixnot

Baru: Mixpod, Mixnot Podcast. Buat Podcast di Mixnot

Halo mixnoter, kami terus berinovasi agar menjadi platform blogging nomor 1 di Indonesia.Kini kami merilis Mixpod (Mixnot Podcast) sebagai f