TAKJUB!! Kebiasaan Unik Masyarakat Mesir Yang Patut Di Contoh

TAKJUB!! Kebiasaan Unik Masyarakat Mesir Yang Patut Di Contoh

Kebiasaan Unik Masyarakat Mesir

Salah satu tradisi yang indah di Mesir adalah kesukaan beberapa warganya dalam mendengarkan Alquran. Di angkotan umum, di toko, di tremco, dan di tempat-tempat lainnya akan kita temukan betapa rekaman Alquran seringkali diputar.

Dari kebiasaan tersebut, mereka pasti seringkali mendengar Alquran. Ketika demikian, sedikit demi sedikit Alquran akan masuk ke flasdisk otak mereka.

Saya sering menyaksikan beberapa orang-orang awam Mesir, yang tidak mengecap pendidikan di al-Azhar, luar biasa hafalan Alquran-nya. Bahkan, bisa dikatakan menandingi para pelajar.

Di asrama buuts, saya pernah menyaksikan pekerja yang mendapat tugas menuangkan sayur pada saat para thalib akan makan, komat-kamit. Ternyata ia sedang murajaah Alquran dan yang dimurajaah termasuk juz-juz atas.

Di sebuah kantin, saya pernah melihat pegawainya sedang mendengar rekaman Alquran, lalu ia mengikuti dengan lancar secara bersamaan apa yang didengar. Sekali lagi, yang didengar juz-juz bagian atas.

Itu orang-orang awamnya lo. Bagaimana warga Mesir yang terpelajar? Bagaimana dengan masyaikhnya?

Orang-orang Mesir yang belajar di al-Azhar, diharuskan menyelesaikan keseluruhan Alquran ketika ingin lulus S1, baik jurusan umum maupun agama. Standar yang lumayan berat. Entah apakah hal itu telah berubah atau tidak hingga sekarang. Adapun yang jurusan agama, biasanya mereka telah menyelesaikan Alqurannya di Kuttab (istilah buat tempat ngafal) dan di usia belasan hingga dua puluh tahun. Jadi di usia selanjutnya, tinggal mempelajari perangkat-perangkat untuk memahami Alquran.

Jika awamnya seperti itu, bagaimana terus masyaikhnya?

Syaikh Musthafa Imran, salah satu guru syaikh Azhar, Ahmad Thayyib, dan masyaikh Azhar lainnya, - sebagaimana dikisahkan murid nan kinasih beliau, syaikh Husam - memiliki kebiasaan nderes 5 juz sehari. Dari sejak muda hingga tua, kebiasaan itu beliau jalani. Dari saking lancarnya hafalan beliau, sampai pernah mengatakan:

"Jika ada salah kesalahan dari bacaan saya, perbaiki mushafnya!" Tentu bukan berarti ada kesalahan di mushafnya, tapi memang dari saking seringnya membaca Alquran, kesalahan jarang sekali terjadi. Alquran keseluruhannya seakan-akan satu alfatihah di hadapan beliau.

Syaikh Isa Ma'sharawi, syaikh Maqari Mesir, selama 50 tahun tidak pernah lagi memegang mushaf ketika membaca Alquran. Alquran telah mendarah daging dalam diri beliau; merekat dengar erat dan sulit terpisah.

Dan banyak lagi ketakjuban yang akan dijumpai ketika menilisik kehidupan mereka dengan Alquran.

Apa gunanya menghafal Alquran kalau gak paham dengan apa yang dibaca?

Coba ubah pertanyaannya. Ketika selesaikan menghafal Alquran, kenapa tidak dilanjutkan dengan memahaminya? Bukanlah lebih baik dibandingkan sekedar menyepelekan orang yang menghafal meski tidak paham.

Kata syaikh Yusri (bil-makna), Alquran pertama-pertama akan diangkat maknanya, sehingga tidak ada yang mampu memahami Alquran. Setelah itu, yang diangkat lafadz-lafadz Alquran hingga tidak ada lagi yang menjaga Alquran, meski mushaf bertebaran. Jangan mengira bahwa yang menjaga Alquran itu mushaf, tapi yang menjaga Alquran adalah dada-dada orang mukmin.

Ada orang yang diberi kemampuan hafal Alquran, tapi tidak diberi kemampuan untuk memahaminya. Ada yang diberi kemampuan memahaminya, tapi tidak hafal Alquran. Ada yang diberi kemampuan menghafal dan memahami Alquran, tapi tidak diberi kemampuan untuk mengamalkannya. Mengamalkan tidak bisa tanpa bantuan pemahaman. Ada yang diberi ketiga-tiganya: menghafal, memahami dan mengamalkannya, meskipun jatah orang-orang yang mendapatkan itu sangatlah sedikit.

Ada juga yang sama sekali gak hafal, gak paham, apalagi mengamalkan, tapi dengan enteng mengatakan: buat apa menghafalkan Alquran kalau gak paham? Hehe.

Setiap orang punya porsi masing-masing. Setiap porsi ada jatahnya sendiri

Semoga Allah selalu menjaga Ulama-ulama kami dan kita semua di manapun dan kapanpun dengan mengharapkan keberkahan kepada mereka sehingga menjadi washilah dan sampainya kepada Allah swt.



#kisah #syariah #Sejarah

Komentar (0)

Top Blogger

Artikel Pilihan

Hot Baru: Mixpod, Mixnot Podcast. Buat Podcast di Mixnot

Baru: Mixpod, Mixnot Podcast. Buat Podcast di Mixnot

Halo mixnoter, kami terus berinovasi agar menjadi platform blogging nomor 1 di Indonesia.Kini kami merilis Mixpod (Mixnot Podcast) sebagai f