KHOTBAH, TABLIG, DAN DAKWAH DI MASYARAKAT

KHOTBAH, TABLIG, DAN DAKWAH DI MASYARAKAT

Sebelum mulai membaca tulisan ini sebaiknya Ucapkan Lafaz Albasmallah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

#PengertianKhotbahTablig,DakwahDiMasyarakat

Pengertian Khotbah Tablig Dan Dakwah



Khotbah

khotbah adalah suatu ucapan dengan tersusun secara sistematis atau tersusun dengan baik untuk disampaikan kepada orang banyak untuk mengajak meningkatkan kualitas ketakwaan dan memberi nasehat yang berisi ajaran agama.

khotbah yang rutin dilakukan setiap 7 hari sekali adalah khotbah Jumat yang mana khotbah ini laksanakan salat Jumat. Selain itu khotbah yang dilakukan pada saat perayaan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, khotbah ini dilakukan setelah shalat sunnah hari raya. Selain itu ada juga khotbah yang khusus berkaitan dengan manasik haji yaitu :

-         khotbah hari Arafah

-         khotbah hari kurban yang pertama

-         khotbah hari Tasyrik

Isi dari materi khotbah lebih memprioritaskan atau mengutamakan ajakan untuk bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya



Tabligh

tabligh berarti menyampaikan, tablet berasal dari kata ballaga yuballigu tablighan. Tabligh adalah ceramah keagamaan yang berusaha mengajak manusia untuk berbuat kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, atau dengan kata lain mengajak dalam menjalankan perintah agama baik yang diwajibkan maupun larangan dalam agama. orang yang bertabligh disebut mubaligh. kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dakwah.

yang menjadi inti dari Tabligh adalah Bagaimana Agar sebuah informasi tentang agama Islam tersampaikan kepada para jamaah tetapi tidak mengharuskan untuk mendalaminya lebih jauh. berbeda dengan taklim yang intensitasnya lebih mendalam. orang-orang yang masuk dalam program taklim punya beban lebih yaitu belajar dan mendalami ilmu-ilmu Islam.





Dakwah

Dakwah secara etimologi atau bahasa berarti mengajak, menyeru, atau memanggil. dakwah secara istilah atau teknologi berarti menyerah seseorang atau masyarakat untuk mengikuti jalan yang sudah ditentukan oleh ajaran Islam berdasarkan al-quran dan Hadits untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. orang yang melakukan aktivitas dakwah disebut Dai

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

Artinya :

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.(Q.S An-Nahl : 16 ayat 125)



Ayat tersebut memerintahkan kaum Mukmin untuk melakukan dakwah kepada manusia agar Melakukan kebaikan. dakwah dilaksanakan dengan tiga macam cara yaitu :

1.     Dengan Hikmah, maksudnya jelas, tegas, serta sikap yang bijaksana

2.     Dengan Mau'idah Hasanah, yaitu cara persuasif atau tanpa kekerasan dan edukatif pelajaran dengan suri teladan ( contoh yang baik). dengan cara ini pendengar akan semakin yakin dan percaya apa yang telah disampaikan Dai sesuai dengan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

3.     Dengan Mujadalah Bil Ihsan, yaitu diskusi Atau tukar pikiran yang berjalan secara dinamis dan santun serta menghargai pendapat orang lain





Urgensi Khutbah, Tabligh, dan Dakwah

Allah menjadikan umat Islam sebagai Khairul Ummah yaitu sebaik-baik umat yang mengemban misi Amar ma'ruf nahi mungkar. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman



Amar ma'ruf nahi mungkar bermakna bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan dan menyampaikan ajaran ajaran Islam tentang yang haq dan bathil kepada saudara yang lain. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda :



Diantara sifat Seorang nabi adalah tabligh atau menyampaikan. yang disampaikan adalah Wahyu kepada umatnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melakukannya dengan berbagai cara, seperti melalui media khotbah, tabligh, dan dakwah. pada awalnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berdakwah kepada keluarga terdekatnya dan sahabat-sahabat setianya dengan cara sembunyi-sembunyi. kemudian setelah mendapatkan perintah dari Allah subhanahu wa ta'ala, beliau berdakwah kepada masyarakat sekitarnya dengan terang-terangan.

-        Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berdakwah kepada masyarakat di sekeliling beliau dikenal dengan nama sebutan generasi sahabat

-        Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dilanjutkan oleh generasi berikutnya generasi tabi’in

-        Generasi tabi’in juga meneruskan kepada berikutnya yaitu tabi'ut tabiin

-        Demikian seterusnya sehingga dakwah Rasulullah sampai kepada generasi umat Islam di dunia sekarang ini



khotbah secara rutin dilaksanakan di masjid-masjid, Surau, aula, dan lapangan baik dalam salat Jumat maupun salat idulfitri dan Iduladha.

tabligh baik secara individu atau bersama-sama juga sangat diperlukan oleh masyarakat

begitu juga dakwah dengan segala medianya memberikan kontribusi yang besar dalam nasehat kebaikan kepada masyarakat



Memahami Pelaksanaan Khutbah Tabligh Dan Dakwah

1.     Pelaksanaan Khotbah

Khotbah dibagi menjadi dua bagian, yaitu mingguan dan tahunan. Yang dilakukan secara rutin setiap seminggunya adalah khotbah jum’at yang pelaksanaannya diwaktu Zuhur. Khotbah yang dilakukan dalam setahun sekali adalah Khotbah Idul Fitri dan Khotbah Idul Adha. Pelaksanaan Khotbah tahunan ini berkaitan erat dengan peristiwa agung dalam kalender Islam. Khotbah Idul Fitri berkaitan dengan berakhirnya bulan Ramadhan sedangkan Khotbah Idul Adha berkaitan dengan berakhirnya proses wukuf di Arafah dan sebagai tanda sah predikat haji bagi orang yang melaksanakannya. Selain itu Khotbah Idul Adha sebagai pengingat umat atas pengorbanan Nabi Ibrahum untuk putranya yaitu Nabi Ismail.

a.      Khotbah Jum’at

Khotbah Jum’at adalah khotbah yang disampaikan/dibacakan khatib di depan jamaah sebelum sholat Jum’at dikerjakan secara berjama’ah.

1)     Syarat Sah Khotbah Jum’at

-        Khotbah dilaksanakan pada waktu Zuhur

-        Khatib bersih dari hadas kecil dan besar

-        Pakaian dan tempat khatib bersih dan suci

-        Khatib menurut aurat

-        Bagi yang mampu, khotab disampaikan sambil berdiri

-        Khotbah pertama dan kedua dijeda dengan duduk

-        Khotbah dan sholat Jum’at dilaksankan secara berurutan

-        Rukun Khotab pada khotbah pertama dan kedua menggunakan bahasa arab. Isi khotbah menggunakan bahasa yang bisa dimengerti jama’ah pada umumnya

-        Khotbah disampaikan dan didengar jama’ah sekurang-kurangnya 40 Orang.



2)     Rukun Khotbah

b.     Khotbah Idul Fitri

Khotbah ini dilakukan pada saat hari raya Idul Fitri. Berikut tata cara pelaksanaannya.

1)     Khotbah disampaikan setelah salat Id pada pagi haru tanggal 1 syawal

2)     Pelaksanaannya sebaiknya diakhirkan untuk memberi kesempatan kaum muslimin untuk mengeluarkan zakat fitrah

3)     Khotbah disampaikan setelah sholat dan mendengarkan / menyimak khotbah lebih utama dari pada meninggalkannya

4)     Tema yang disampaikan tentang zakat fitrah dan sedekah

5)     Kaum wanita diperbolehkan mengikuti khotbah dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Tidak memakai wewangian yang berlebih
  • Tidak mengenakan pakaian yang mewah dan mencolok
  • Berpaikanlah yang sederhana
  • Tidak boleh bercampur dengan jama’ah pria
  • Jika kehadirannya mengundang fitnah, sebaiknya segera meninggalkan khotbah



c.      Khotbah Idul Adha

Khotbah ini dilaksanakan pada hari raya Idul Adha. Adapun pelaksanaannya sebagai berikut :

  •  Khotbah disampaikan setelah sholat Id
  • Sebaiknya khotbah disampaikan sesegera mungkin agar kaum muslimin bersegera melaksanaan penyembelihan hewan kurban.
  • Tema khotbah yang berkaitan dengan hari raya Idul Adha seperti sejarah Nabi Ibrahim mengorbankan Nabi Ismail sebagai ungkapan rasa syukur, tatacara qurban, ajakan berqurban dan lain sebagainya.



d.     Khotbah Manasik Haji

Khotbah ini dilaksanakan pada saat pelaksanaan haji dan dibagi menjadi beberapa macam yaitu :

1)     Khotbah hari arafah disampaikan pada waktu Zuhur kemudian diikuti oleh kumandang azan Zuhur. Sholat Zuhur dan Ashar dilaksankan bersamaan dalam satu waktu (jamak) dan diringkas menjadi dua rakaat (qasar)

2)     Khotbah hari Kurban Mina disampaikan pada hari pertama (hari nahar 10 Zulhijah) dengan tujuan untuk memberikan penerangan kepada Jemaah mengenai hokum-hukum yang harus dilakukan oleh seorang yang melakasanakan haji pada hari tersebut.

3)     Khotbah pertengahan hari Tasyrik disampaikan pertengahan hari Tasyrik yaitu tanggal 12 Zulhijah. Khotbah ini berisi tentang penjelasan baimana pada Jemaah cepat-cepat melaksanakan semua ritual haji dan tawaf wada (perimisi untuk meninggalkan tanah suci)



e.      Khotbah Pernikahan

Khotbah ini dilaksanakan pada saat acara pernikahan dan berisi tentang anjuran menikah dan menaati aturan agama dalam pernikahan. Khotbah ini dilaksanakan sebelum akad nikah.



2.     Pelaksanaan Tabligh

Kegiatan ini buasanya dilakukan dengan suasana santai dan kekeluargaan atau dengan jumlah jema’ah yang banyak seperti tablig akbar pada hari-hari tertentu.

Secara umum tablig terbagi menjadi dua macam, yaitu :

1)     Tablig yang dilakukan dengan berkesinambungan. Tablig seperti ini dapat dilakukan diamanapun dan kapan pun dan dilakukan terhadap satu orang atau lebih. Ini bisa dilakukan siapapun yang telah mempunyai ilmu terutama kepada lingkungan keluarganya.

2)     Tablig dilakukan secara berkala, yaitu dilakukan karena ada peringatan hari besar umat Islam. Dan pembahasan dalam tablig ini sesuai dengan peringatan hari besar tersebut. Seperti peringatan tahun hijriah, peringatan maulid Nabi Muhammad, Peringatan Isra’ Mi’raj dan lain sebagainya. Tablig ini dilakukan pada waktu tertentu dan ditempat-tempat umum. Mubalig dalam acara ini diharuskan orang yang kompeten dibidang agama dan dituntut untuk menguasai Al-Qur’an dan Hadist karena sebagai sumber hukum dalam materi yang disampaikan.





3.     Pelaksanaan Dakwah

Dakwah dapat dilakukan secara formal atau nonformal, sebagaimana dakwah dapat dilakukan secara verbal dan nonverbal. Oleh karena itu dakwah dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

1)     Dakwah bil hal yaitu dakwah dengan media perilaku dan kepribadian seorang dai di lingkungan sekitarnya. Seorang Da’i merupakan figur dimasyarakat sehingga tingkah lakunya akan dinilai dimasyarakat. Dalam hal ini Rasulullah telah memberikan contoh yang baik bagi para da’i setelahnya. Beliau adalah suri teladan yang baik bagi para sahabatnyadan umat manusia

2)     Dakwah bil maqal yaitu dakwah dengan media lisan. Termasuk dalam hal ini khotbah dan tablig. Dakwah seperti ini sangat dibutuhkan bagi semua orang khususnya orang awam. Karena dengan lisan yang menyesuaikan dengan bahasa daerahnya maka orang lebih mudah menerima dan memahami bimbingan seorang ulama.

3)     Dakwah bil qalam yaitu dakwah melalui media tulisan. Dakwah seperti ini dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai keahlian khusus dibidangnya, seperti kalangan akademis, jurnalis, guru dan lainnya. Kelebihan dakwah ini karena dengan tulisan akan bisa dibaca dan dikenang meskipun penulisnya sudah meninggal.







Setelah membaca tulisan ini sebaiknya akhiri dengan lafaz Hamdallah

 ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ







 

Komentar (0)

Top Blogger

Artikel Pilihan

Hot Baru: Mixpod, Mixnot Podcast. Buat Podcast di Mixnot

Baru: Mixpod, Mixnot Podcast. Buat Podcast di Mixnot

Halo mixnoter, kami terus berinovasi agar menjadi platform blogging nomor 1 di Indonesia.Kini kami merilis Mixpod (Mixnot Podcast) sebagai f