Kerja Keras Dan Tanggung Jawab Dalam Agama Islam

#KerjaKeras

Sebelum mulai membaca tulisan ini sebaiknya Ucapkan Lafaz Albasmallah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

1. Apa yang dimaksud dengan kerja keras menurut Islam?

Jawaban :

Yaitu bekerja bersungguh-sungguh untuk mencapai tujuan atau prestasi yang disertai dengan doa dan berserah diri kepada Allah Ta’ala (Tawakal).

Setiap pekerjaan yang tidak melanggar aturan agama Islam libatkan Allah dengan cara berdoa sebelum bekerja, maka dalam pekerjaan itu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bukan hanya didunia maupun diakhirat.

Setiap pekerjaan sekeras apapun tanpa melibatkan Allah hasilnya akan dapat tapi dalam bentuk dunia tetapi akhiratnya tidak, berarti tidak jauh berbeda dengan orang-orang selain Islam. Apabila menghasilkan uang bisa jadi tidak berkah, apabila menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain maka tidak dapat amal jariahnya. Janganlah diantara kita termasuk orang-orang yang untung hanya didunia tetapi rugi akhirat.



2. Bagaimana sikap kita ketika kita bekerja keras dan bersungguh – sungguh tetapi hasilnya tidak sesuai harapan bahkan bisa dibilang gagal ?

Jawaban :

وَقُلِ ٱعۡمَلُواْ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Artinya :

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. At-Taubah/9: 105)

Allah melihat apa yang kita kerjakan, oleh karena itu jadikan pekerjaan menjadi Ibadah. Bekerja tanpa melibatkan Allah Swt maka pekerjaan hanya sia-sia. Bekerja keras yang disertai tawakal yang tinggi kepada Allah Ta’ala akan menjadi seseorang bersikap dewasa. Ia berani bertanggung jawab. Jika hasil kerjanya baik maka ia bersyukur kepada Allah Ta’ala karena pada hakikatnya yang memberi kesuksesan adalah Allah Ta’ala semata. Sebaliknya, jika hasilnya kurang memuaskan maka ia akan menerimanya dengan lapang dada sebagai pelajaran yang berharga agar tidak terulang dikemudian hari karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Seorang muslim tidak akan terjatuh pada lubang yang sama untuk kedua kalinya. Ketauhilah, bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Jamham permah putus ada dalam mencoba untuk meraih kesuksesan.



3. Dalam bekerja keras ketika hasil tidak sesuai harapan hendaknya kita bersikap Kanaah.

Jelaskan maksud kalimat tersebut.

Jawaban :

Ketika kita bersungguh-sungguh dalam bekerja atau menggapai sesuatu tetapi itu tidak tercapai hendaknya kita bersikap kanaah (berlapang dada) menerima dengan ikhlas apa yang ditakdirkan Allah karena itu sudah menjadi ketentuan Allah SWT. Apabila itu sudah menjadi kehendak Allah hendaknya kita berhusnozan pastinya Allah ingin yang terbaik untuk umat-Nya. Yakinlah suatu saat menjadi yang terbaik. Jangan pernah menyesal atau pun marah sehingga kita jauh dari Allah. Waktu yang akan menjawab semua ketentuan Allah yang ditakdirkan kepada kita.

Contoh :

Semua orang ingin menjadi orang kaya, kita berusaha dan berdoa untuk mendapatkan kekayaan tapi Allah mentakdirkan kita menjadi orang yang berkecukupan dan tidak memiliki kekayaan lebih. Disinilah kita harus berhusnuzan kepada Allah, coba kita pikirkan ketika diberikan Allah harta yang berlebih, apakah kita siap untuk selalu beribadah kepada Allah?

Belum tentu karena dengan harta yang banyak godaan untuk berbuat maksiat sehingga jauh dari Allah.



4.Bekerja keras dalam lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Positif :

1) Bekerja dengan ikhlas di rumah untuk membantu orang tua

2) Memanfaatkan waktu luang untuk belajar

3) Disiplin dalam menggunakan waktu

4) Membelanjakan uang dengan hati-hati dan gemar menabung

5) Berhemat dalam segala hal, misalnya dalam penggunaaan sumber energy, seperti listrik, gas, bahan bakar minyak, dan air.

 Negatif :

1) Bekerja dengan rasa kesal apabila disuruh membantu orang tua

2) Belajar apabila ada tugas dari sekolah, padahal belajar itu mengulang kembali pelajaran yang disampaikan, dan memahami pelajaran yang tidak dimengerti dengan cara mencari sendiri sumber belajarnya (google)

3) Masih banyak diantara kita tidak disiplin menggunakan waktu, banyak waktu terbuang sia-sia dengan mengerjakan sesuatu berdasarkan kesenangan kita tanpa memikirkan efek kedepannya.misalnya lebih banyak main game, tiduran, nongkrong-nongkrong gak jelas.

4) Untuk membelanjakan uang kebanyakan diantara kita hanya memikirkan kesenangan saja. Misalnya membeli pulsa paket untuk main game bukan belajar online, padahal menuntut ilmu lebih bermanfaat dan mendatangkan pahala bagi kita. Membeli makanan yang menyehatkan agar kita lebih semangat dalam beribadah kepada Allah.

5) Kurangnya menghemat dalam sumber energy terlihat dari pemakaian sehari-hari dirumah, HP dicas terus menerus padahal sudah penuh, menggunakan air yang berlebihan baik mandi, cuci kendaraan dll, menggunakan sepeda motor untuk wira wiri, kesana kemari, yang tujuannyan tidak jelas.



5. Bekerja keras dalam lingkungan sekolah

Positif :

1) Giat dan bersemangat dalam belajar

2) Bersikap aktif dalam belajar, misalnya bertanya kepada guru mengenai materi yang belum dipahami

3) Tidak mudah putus ada dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru

4) Tidak bergantung kepada orang lain dalam mengerjakan tugas-tugas disekolah

5) Rajin mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan prestasi diri.

Negatif :

1) Semangat belajar disekolah bukan karena menuntut ilmunya tetapi factor lain yang membuat semangat, misalnya karena dapat uang jajan, diberikan sepeda motor yang bagus, bertemu dengan orang yang disukai, dan lain sebagainya

2) Aktif ketika jam istirahat tetapi dalam belajar tidak, karena apabila banyak bertanya maka jam pelajaran bertambah sehingga jam istirahat tertunda. Yang penting dalam belajar duduk, dengar, diam, pura-pura memahami, dan jam pelajaran selesai secepatnya.

3) Putus asa dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru apabila jawaban tidak ada digoogle sehingga malas berfikir dan memahami untuk menjawab pertanyaan yang diberikan.

4) Selain google kebanyakan siswa tergantung kepada kawan-kawan yang sudah mengerjakan tugas yang belum tentu kebenarannya, jadi ketika salah semua salah, ketika benar sudah dipastikan mencontek.

5) Kebanyakan siswa berfikir kegiatan ekstrakulikuler tidak ada gunanya lebih enak tidur dan bersantai dirumah atau nongkrong dengan teman dan mabar. Padahal kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk mengembangkan potensi yang kita miliki selain jam pelajaran wajib disekolah. Disini kita belajar yang tidak ada materinya di mapel wajib sekolah, misalnya belajar kepemimpinan, berkomunikasi yang baik, olahraga dan lain sebagainya.





Setelah membaca tulisan ini sebaiknya akhiri dengan lafaz Hamdallah

 ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Komentar (0)

Top Blogger

Artikel Pilihan

Hot Baru: Mixpod, Mixnot Podcast. Buat Podcast di Mixnot

Baru: Mixpod, Mixnot Podcast. Buat Podcast di Mixnot

Halo mixnoter, kami terus berinovasi agar menjadi platform blogging nomor 1 di Indonesia.Kini kami merilis Mixpod (Mixnot Podcast) sebagai f