MEMPERTAHANKAN KEJUJURAN SEBAGAI CERMIN KEPRIBADIAN

#Kejujurancerminkepribadian

1.     Apa maksud mempertahankan kejujuran sebagai cermin kepribadian?

Jawaban :

Berani dan Istiqomah dalam hal kejujuran walaupun kita sendirian (minoritas). Dalam hal ini berani atau tidak kita mempertahankan kejujuran itu dihadapan orang-orang yang tidak jujur. Apabila ikut dalam kebohongan berarti kita tidak mampu dalam mempertahankan kejujuran tersebut. Ketika kita merasa sendiri dihadapan orang-orang yang tidak jujur jangan khawatir Allah Swt bersama kita. Allah Swt berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, (Q.S. Al-Ahzab/33 : 70)

Kejujuran merupakan bagian takwa kepada Allah Swt, ketika bertakwa kepada Allah, maka Allah menjamin kehidupan kita baik didunia maupun diakhirat. Dalam hal memegang amanah dan tanggung jawab didunia pekerjaan sangat diperlukan orang yang jujur. Apabila sifat jujur sudah tertanam pada diri kita maka itu menjadi cerminan kepribadian kita yang orang lain menganggap kita orang jujur dan amanah dan dalam dunia pekerjaan atasan tidak ragu menempatkan kita dalam posisi yang strategis (jabatan tinggi). Disinilah ujian sesungguhnya untuk mempertahankan kejujuran tersebut.

Tetap bertaqwa kepada Allah Swt dan selalu berdoa agar mampu memegang amanah.



2.     Ungkapan yang tidak asing kita dengar

“Katakanlah Yang Sejujurnya Walaupun Sakit Rasanya”

Jawaban :

Dalam kehidupan sehari-hari sedikit orang yang mampu untuk mempraktekannya. Dalam hal pribadi apabila kita melakukan kesalahan baik disengaja ataupun tidak, kebanyakan orang membela dirinya agar tidak salah dan mencari-cari alasan untuk menutupi kesalahannya agar menjadi benar. Padahal apabila mengatakan sejujurnya permasalahan itu akan cepat selesai. Terima resiko apapun setelah mengatakan kejujuran tersebut dan berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang sudah terjadi.

Ingat kejujuran merupakan salah satu taqwa kepada Allah Swt. Tidak apa-apa kita dianggap negative oleh orang lain, yang tau diri kita adalah kita sendiri dan Allah Swt.

Apabila sudah mengatakan kejujuran maka hati terasa lega, tidak ada beban pikiran lagi dan juga siap untuk mempertanggungjawaban kejujuran tersebut.



3.     “Kebohongan satu kali akan melahirkan kebohongan-kebohongan berikutnya.”

Jelaskan maksud pernyataan tersebut!

Jawaban :

Sekali berbohong maka untuk menutupi kebohongan pastinya berbohong kembali dan seterusnya. Bohong = dosa, jadi setiap kebohongan yang dibuat maka akan melahirkan dosa-dosa yang baru. Demikian sebaliknya mengatakan kejujuran maka melahirkan pahala-pahala.

Ini sering terjadi ketika siswa terlambat kesekolah kebanyakan tidak mau menjawab dengan jujur. Padahal terlambat bangun tapi alasannya sepeda motor bocor, jalan becek, ada hambatan dijalan. Apabila dia jujur walaupun ia bersalah maka dengan kejujurannya tersebut mendatangkan pahala. Bukan berarti harus terlambat terus tapi harus berusaha untuk mencari solusi untuk mengatasi keterlambatannya tersebut.



4.     Ada beberapa hal kebohongan yang diperbolehkan. Tuliskan !

Jawaban :

Bohong yang diperbolehkan :

-         Berbohong dalam perang

Maksudnya disini perang dalam hal berjihad membela kebenaran untuk mengalahkan musuh-musuh yang tidak suka kebenaran. Berbohong yang dimaksud disini yang berkaitan dengan strategi perang. Sebagaimana Jubair bin Abdillah mengatakan bahwa Rasulullah bersabda “perang adalah tipu daya” (H.R Bukhari dan Muslim).

Untuk strategi perang kita tidak boleh jujur kepada musuh, ketika musuh tau strategi kita maka niscaya Islam tidak akan pernah menang dalam peperangan.

-         Dusta untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai

Disini kita menjadi orang yang netral, tidak mendukung diantara kedua yang bertikai. Apabila diantara mereka menjelekan salah satunya, kita yang mendengar tidak wajib menyampaikan ke pihak satu lagi. Apabila kita mengatakan ini dengan jujur maka kedua belah pihak semakin saling membenci dan membuat pertikaian menjadi lebih besar. Sama saja kita disebut sebagai propokator.

Kita dituntut bohong untuk membuat pertikaian meredam dengan cara menyampaikan dengan kedua belah pihak kebaikan masing-masing pihak yang bertikai. Ketika mereka berdamai karena kita Insaallah menjadi amal pahala kita.

-         Dusta suami terhadap istri atau istri terhadap suami

Maksudnya disini bohong yang meningkatkan kasih sayang diantara suami dan istri, misalnya ketika masakan istri kurang enak, bukan berarti kita terang-terangan mengatakan masakannya tidak enak yang membuat istri kecewa, boleh kita mengatakan masakan ini enak, sambil memberikan saran agar makanan makin enak dimakan.

Begitu juga istri terhadap suami, ketika suami mencari nafkah walaupun hasil yang didapat tidak mencukupi kehidupan sehari-hari, maka istri boleh mengatakan Inshallah cukup, tetapi besok berusaha mencari nafkah lagi agar bisa ditabung.

Komentar (0)

Top Blogger

Artikel Pilihan

Hot Baru: Mixpod, Mixnot Podcast. Buat Podcast di Mixnot

Baru: Mixpod, Mixnot Podcast. Buat Podcast di Mixnot

Halo mixnoter, kami terus berinovasi agar menjadi platform blogging nomor 1 di Indonesia.Kini kami merilis Mixpod (Mixnot Podcast) sebagai f