Monetisasi Artikel? Dapatkan penghasilan dari setiap artikel yang kamu tulis di Mixnot.com

Benarkah Ngomong Anjay Dipenjara?

Benarkah Ngomong Anjay Dipenjara?

Benarkah ngomong anjay bisa dipenjara ? anak buah Prabowo di Gerindra, Sufmi Dasco Beber Komnas PA ( Komnas Perlindungan Anak ) awal mula polemiknya.

Komisi Nasional Perlindungan Anak (atau Komnas PA ) mengeluarkan pers rilis larangan penggunaan kata anjay.

Istilah anjay belakangan ini menjadi bahan perbincangan di kalangan warganet. Terlebih setelah Komnas PA menyebut penggunaan istilah Anjay dapat menjebloskan seseorang ke dalam penjara.

Lantas benarkah ngomong anjay bisa dipenjara?

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bidang Ekonomi dan Keuangan, Sufmi Dasco angkat bicara soal pernyataan tersebut.

Menurutnya, soal penggunaan kata anjay sebaiknya tidak perlu diteruskan lagi, terlebih jika perdebatan mulai menjurus pada sesuatu yang tak sehat. Ia pun menilai, perdebatan penggunaan kata anjay juga tidak ada manfaatnya.

"Saya pikir soal masalah anjay ini lebih baik jangan menjadi perdebatan yang menjurus ke tidak sehat."

"Karena apapun itu tidak ada manfaatnya, kemudian menjadi perdebatan-perdebatan yang kita anggap tidak perlu," kata Sufmi Dasco dalam video yang diunggah kanal YouTube Kompastv.

Anak buah Prabowo di Gerindra ini menambahkan, pernyataan Komnas PA itu merupakan tafsir terhadap satu kasus, bukan pidana secara umum. Namun karena disampaikan secara resmi dalam bentuk pers rilis, kemudian menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

"Memang dalam rilis Komnas PA itu kemudian Komnas PA membuat tafsir hukum secara kasuistik, bukan pidana secara umum." "Namun karena itu menjadi rilis resmi dari Komnas PA sehingga itu kemudian menjadi polemik," ujar Sufmi Dasco.

Rektor Universitas Kebangsaan RI ini juga menilai bahwa pers rilis Komnas PA itu mengandung multitafsir.

Sehingga jika istilah 'anjay ditarik ke ranah pidana perlu dikaji ulang secara mendalam oleh para pakar hukum di Indonesia.

Selanjutnya, Sufmi Dasco berharap penggunaan kata 'anjay' tidak perlu diperdebatkan lagi di depan publik. Saat ini masyarakat sebaiknya memikirkan bagaimana cara menjalankan protokol kesehatan, mengatasi Covid-19, dan pergerakan ekonomi di Indonesia. 

"Lebih baik kita memikirkan bagaimana kemudian sama-sama menjalankan protokol Covid-19, mengatasi corona, dan pergerakan ekonomi di Indonesia," kata Sufmi Dasco.

Terkait hal tersebut, Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait memberikan penjelasannya. Ia mengaku pihaknya telah menerima pengaduan dari masyarakat terkait sedang ramainya perbincangan mengenai istilah 'anjay'.

Sehingga viral lagi media sosial dan berdampak kepada kekhawatiran banyak pihak terutama orang tua terhadap anaknya yang terpengaruh penggunaan istilah tersebut.

Arist menilai istilah 'anjay' dapat dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda.

Pertama 'anjay' dapat digunakan untuk mengekspresikan rasa kekaguman. "Sebagai kata pengganti ucapan salut dan bermakna kagum atas satu peristiwa misalnya 'Waoo.. keren' memuji salah satu produk yang dilihatnya di media sosial diganti dengan istilah 'anjay'."

"Untuk satu aksi pujian ini tidak mengandung kekerasan atau bully di mana istilah tersebut tidak menimbulkan ketersinggungan, sakit hati atau merugikan pihak lain," katanya kepada Tribunnews.

Arist melanjutkan, sudut pandang kedua, istilah 'anjay' dapat diartikan dengan sebutan dari salah satu binatang.

Jika istilah 'anjay' digunakan sebagai sebutan untuk merendahkan martabat seseorang, maka ini masuk dalam bentuk kekerasan verbal dan dapat dilaporkan sebagai tindak pidana.

Oleh sebab itu, harus dilihat perspektifnya karena penggunaan istilah 'anjay' sedang viral tengah-tengah pengguna media sosial dan anak-anak.

"Pengalaman empirik di masa kecil saya di suatu daerah di Sumatera Utara juga seringkali mendengar untuk satu kata pujian menggunakan kata 'anjing' atau sebutan sama seperti 'anjay' misalnya 'wow anjingnya sudah datang' atau 'Anjingnya juga dia itu', nah jika kata ini tidak menimbulkan kemarahan kepada subjeknya maka kata 'anjing' dianggap hal biasa," beber Arist.

#politik #viral #Beritapopuler

Mau Dapat Uang? Tulis artikel dan dapatkan penghasilan tambahan dari setiap artikel yang kamu tulis

Komentar (2)

Arfianfahmi Hidayah

Arfianfahmi Hidayah · Sep 7, 2020

anjay jadi ngeri gua

Aditya Januardi

Aditya Januardi · Sep 3, 2020

Sudut pandang tiap orang beda² sebenernya, kalo konteksnya kita ngebahas tentang penggunaan kata² yg merendahkan org lain, kenapa ga kata seperti anj*ng bangs*t dkk juga dikenakan hukuman penjara? Ato gw aja yg belum tau ya wkwkDikala pandemi makin kesini makin aneh² saja kejadian di negeri kita wkwkwkBtw follbacknya bang! :)

Ulkhus

Ulkhus · Sep 3, 2020

Iya nih bang makin lucu aja negeri kita ini, wwk

Top Blogger

Artikel Pilihan

Hot Baru: Mixpod, Mixnot Podcast. Buat Podcast di Mixnot

Baru: Mixpod, Mixnot Podcast. Buat Podcast di Mixnot

Halo mixnoter, kami terus berinovasi agar menjadi platform blogging nomor 1 di Indonesia.Kini kami merilis Mixpod (Mixnot Podcast) sebagai f